Grati, Pasuruan - Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas Grati secara proaktif meluncurkan inisiatif pemberdayaan masyarakat guna menekan laju kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh wilayah kerjanya. Kegiatan ini dikemas dalam program bertajuk "Greget GIRIJ Cegah DBD Bergerak Serentak Bersama Bumantik (Satu Rumah Satu Juru Memantau Jentik)" dan menyasar seluruh desa di wilayah binaan Puskesmas Grati.
Gerakan ini merupakan wujud nyata komitmen UOBF Puskesmas Grati dalam menerapkan pendekatan preventif dan kolaboratif. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi intensif petugas DBD, Akhmad Nur Fachrozi, Amd.Kep., dan petugas Surveilans, Ibu Wahyuniati, Amd.Keb., yang bahu membahu mengedukasi dan memobilisasi partisipasi aktif masyarakat.

Strategi Inovatif: Pembentukan Kelompok GIRIJ dan Teknik Larva Trab
Fokus utama dari program ini adalah strategi inovatif melalui pembentukan Kelompok GIRIJ. Kelompok ini dibentuk sebagai garda terdepan masyarakat yang memiliki kompetensi spesifik dalam upaya pencegahan. Anggota kelompok dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis, terutama dalam:
Pelatihan Pembuatan Perangkap Nyamuk (Larva Trab): Teknik ini mengajarkan cara membuat perangkap sederhana yang efektif untuk memantau dan mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti di tingkat rumah tangga.
Pemasangan Serentak: Setelah pelatihan, anggota Kelompok GIRIJ dan seluruh peserta didorong untuk bersama-sama memasang perangkap nyamuk tersebut di setiap rumah di desa mereka.
Bersamaan dengan pembentukan GIRIJ, kampanye Bumantik (Satu Rumah Satu Juru Memantau Jentik) diperkuat. Konsep ini bertujuan memastikan setiap rumah memiliki satu individu yang bertanggung jawab secara rutin memantau dan membersihkan tempat penampungan air dari jentik nyamuk.

"Kami percaya bahwa kunci keberhasilan pencegahan DBD terletak pada partisipasi aktif dan kesadaran kolektif masyarakat. Melalui Greget GIRIJ dan Bumantik, kita memberdayakan warga untuk menjadi agen perubahan di rumah mereka sendiri. Ini adalah langkah konkret menuju desa bebas DBD," ujar Akhmad Nur Fachrozi, Amd.Kep., selaku Petugas DBD Puskesmas Grati.
Program ini diharapkan dapat menjadi model implementasi pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan dalam penanggulangan penyakit menular, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Puskesmas dan seluruh elemen masyarakat desa.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini